Media Guru

Jika anak dibesarkan dengan celaan maka ia belajar memaki, Jika anak dibesarkan dengan permusuhan maka ia belajar berkelahi, Jika anak dibesarkan dengan cemoohan maka ia belajar rendah diri, Jika anak dibesarkan dengan penghinaan maka ia belajar menyesali diri, Jika anak dibesarkan dengan toleransi maka ia belajar menahan diri, Jika anak dibesarkan dengan dorongan maka ia belajar percaya diri, Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan maka ia belajar keadilan, Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan maka ia belajar menemukan cinta kasih dalam kehidupan (Dorothy Law Nalite)

Saturday, January 10, 2009

Mengatasi Anak Malas Belajar

Seringkali para orang tua dan guru mengukum dan menghina anak yang malas. Hal ini menimbulkan rasa kurang puas pada anak, sang anak akan kehilangan kepercayaan diri dan runtuh kepribadiannya. Padahal kemalasan itu amat membutuhkan simpati, kasih sayang dan penanganan yang tepat. Untuk itu upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi anak malas belajar dengan langkah-langkah sebagai berikut:

Memberi Sentuhan pada Titik Peka Anak
Sebagai orang tua sekaligus sebagai pendidik bagi anak harus memiliki kesabaran untuk memulai menyentuh titik peka anak dengan memberi perhatian khusus pada hal-hal yang amat menarik perhatian anak. Hal ini perlu dilakukan untuk memperoleh tanggapan dan perhatian anak. Dengan demikian anak tentunya akan terbuka menerima pendapat dengan perasaan senang dan gembira, bebas dari perasaan tertekan, takut dan terpaksa. Pada akhirnya aanak akan menerima pemahaman, betapa penting dan dibutuhkan proses belajar untuk mencapai tujuan (memperoleh keperkasaan menurut daya nalarnya). Dalam hatinya pun tergerak untuk melakukan dan merencanakan kegiatan belajarnya. Hanya saja di sini dibutuhkan kesabaran anda untuk melakukan pendekatan kepada anak.

Membangkitkan Nilai Plus Anak
Satu pengharapan orang tua tentunya menginginkan anak itu terpacu semangatnya untuk belajar. Anak belajar atas inisiatif, kesadaran sendiri dan proses belajar itu sudah menjadi suatu kesadaran kebutuhannya untuk mencapai suatu kecakapan khusus serta ingin menonjolkan kelebihan-kelebihannya lebih dari yang lainnya.
Untuk menyentuh perasaan atau keinginan bawah sadar anak agar dirinya merasa “tertantang” untuk berbuat sesuatu/melakukan sesuatu yang positif, anda dapat mengambil contoh dari tokoh film herois dan tokh dunia yang sukses. Anda dapat mengungkapkan, bahwa untuk menjadi orang yang sukses dibutuhkan perencanaan belajar, cara-cara belajar yang baik, tahu apa yang hendak dipelajari dan tahu menerapkan apa yang dipelajari, sehingga tertanam pemahaman belajar yang bukan asal belajar.

Mengembangkan Cita-Cita Anak
Anda harus berperan aktif untuk mendorong anak agar memiliki cita-cita hidup sesuai dengan taraf perkembangan daya nalarnya dan usianya. Cita-cita anak selalu berubah sesuai dengan perkembangan usia dan daya nalar anak. Anda dapat memberi contoh agar anak mau mengembangkan imajinasi dirinya atau mengidentifikasikan dirinya jika sudah dewasa ingin menjadi apa drinya. Dengan terpatrinya sebuah cita-cita hidup dalam hati nurani anak, akan menumbuhkan motivasi instrinsik pad adiri anak untuk lebih giat belajar dan lebih terbuka untuk mengembangkan perencanaan belajarnya

Menentukan Waktu Belajar Anak yang Tepat
Jika anak anda telah sadar dan tergerak hatinya untuk melakukan kegiatan belajar kesempatan yang baik ini jangan anda sia-siakan. Anda dapat mengarahkan dan menentukan kapan waktu belajar anak. Hal-hal yang perlu diperhitungkan dalam menentukan waktu belajar anak di rumah, antara lain:
- Sesuai dengan keinginan anak
- Jangan berbenturan dengan waktu keinginan-keinginan lain yang
dominan pada anak, seperti ingin menonton film kartun favoritnya, dan sebagainya.
- Kondisi fisik dan psikis anak dalam keadaan fresh (segar) bebas dari rasa lelah,
mengantuk,gangguan penyakit, rasa marah dan sebagainya

Mengembangkan Tujuan Belajar
Agar anak mengetahui mafaat dan arah yang dipelajarinya, biasakan akan belajar dengan bertujuan. Dengan adanya tujuan belajar akan lebih bermakna, karena anak mengetahui dengan jelas apa yang hendak dipelajari dan apa yang dikuasainya. Anak pun akan mudah memusatkan perhatian pada pelajarannya.

Mengembangkan Cara-Cara Belajar yang Baik pada Anak
Gairah belajar anak akan tumbuh jika dirinya mengetahui bagaimana cara belajar yang efektif dan efesien. Untuk mencapai tujuan belajar anak, anda perlu membekali anak bagaimana cara-cara belajar yang efektif dan efesien. Ana dapat mananamkan pengertian pada anak bahwa dalam belajar juga sangat dibutuhkan teknik belajar yang bai, agar belajar itu lebih bermakna dan memudahkan pencapaian tujuan belajar.


Mengembangkan rasa percaya diri anak
Sudah tentu menjadi suatu keharusan bagi anda untuk bisa membangkitkan dan memupuk rasa percaya diri anak sedini mungkin. Rasa percaya diri adalah sumber motivasi yang besar bagi anak untuk memusatkan perhatian pada pelajarannya. Dengan adanya percaya diri pada anak, akan tumbuh semangat “dia mampu berbuat atau melakukan”. Sesuatu yang sulit dalam pelajaran mejadi tantangan untuk ditaklukkan dan utnuk dikuasai. Anak punya keyakinan mampu melakukan tidak akan gampang menyerah dalam menghadapi kesulitan atau hambatan dalam belajar. Kreativitas dan imajinasi berpikir akan berkembang untuk mencari cara-cara mengatasi kesulitan.
Disunting dari pendapat:
Surya, Hendra. 2003. Kiat Mengajak Anak Belajar dan Berprestasi. Jakarta: PT Elex Media Komputindo

23 comments:

  1. trima kasih.
    saya calon guru yang sedang mencari bahan ini
    terima kasih

    ReplyDelete
  2. trimakasih
    sangat berguna untuk pembelajaran saya sebagai guru junior

    ReplyDelete
  3. Trima kasih untu bahannya, bisa buat rumah beljarku ini..

    ReplyDelete
  4. terimakasi y,mf sblumx cz dah kopi datax,kebtulan sy sorang mahasiswi keguruan yg dtgskn untuk m,encari bahan ini............
    :)

    ReplyDelete
  5. Nirma
    trima kasih banyak karena dengan membaca ini saya lebih tau hal-hal yang harus saya lakukan agar murid sya rajin belajar.
    Makasih .....

    ReplyDelete
  6. Mantab.....
    Sebagai mahasiswa keguruan, ini adalah hal penting bagiku,
    thank so much....
    and Jazakumullah khoirun Katsiron bi hadzal ilmi.

    ReplyDelete
  7. Hai, thanks for this material. Saya guru yang menghadapi masalah pelajar sangat malas walau bermacam-macam kaedah pengajaran digunakan. (group diskusi, integrasi ICT, lagu dll) Apa cara yg sesuai utk menangani 12 orang pelajar malas dalam sebuah kelas seramai 30 orang

    ReplyDelete
  8. trima kasih atas pencerahannya. saya mendapati problem seperti ini. mudah2an bisa saya aplikasikan

    ReplyDelete
  9. terimakasih atas wawasanya yah,,,,

    ReplyDelete
  10. Anak saya sampai 4 tahun belum bisa duduk,setelah bisa jalan dan bisa sekolah TK sampai sekarang klas lima gak mau belajar apalagi ngerjain PR.Pernah perawatan epilepsi 3tahun rutin dan dinyatakan sembuh total.Kesenangannya hanya menggambar,sudah habis crayon,pensil warna dan kertas2 tidak bisa dihitung.Semua saudaranya sayang sama dia.Maunya main ,jajan dan mainannya seperti anak laki2: main bola,layangan.Anak saya penyayang binatang,kuging,ayam dll .Nama anak Saya : Sekar Apriliani.Mohon petunjuk ,Terima kasih

    ReplyDelete
  11. siiibbbbbbb...... trims

    ReplyDelete
  12. terima kasih atas informasinya, saya sedang mencari solusi untuk anak saya :) semoga saya bisa segera terlaksana

    ReplyDelete
  13. terima kasih. . . . saya akan coba terapkan apa yang sudah bapak jelaskan. . . semoga menjadi awal yang baik

    ReplyDelete
  14. tq so much atas tambahan wawasan ini........

    ReplyDelete
  15. Bagus,... trims tipasnya.... Saya mo tanya gimana ya cara ngatasi anak broken,dari kalangan nelayan dengan kehidupan yang keras(mayoritas orang tua mereka keras dalam mendidik)

    ReplyDelete
  16. bagus.... trims yaa tipsnya. Gimana yaa.. cara mengatasi anak-anak yang sudah benar-benar males belajar dan tidak mempunyai semangat belajar dikarenakan orang tua mereka tidak peduli lagi(sibuk cari uang)

    ReplyDelete
  17. terimakasih,,,insyallah akan saya aplikasikan.

    ReplyDelete
  18. bagaimana dgn anak yg tdk mw mndgrkn motivasi yg d berikan sama sekali......

    ReplyDelete
  19. ini sangat berguna bagi kami para pemula dalam pengajaran... terima kasih

    ReplyDelete
  20. emang tak mudah mendidik anak.... tapi ini harus dicoba. terimakasih

    ReplyDelete